beautifulindonesia.news — Bertepatan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (17/8) AKSA 7 hadirkan Special Screening (bukan gala premiere) Film ‘NEGERI DONGENG’ di Theatre 1 XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Sebuah film dokumenter yang mengajak penontonya untuk melihat beautiful Indonesia dari dekat melalui perjalanan mendaki gunung-gunung tertinggi di Indonesia.
Acara ini diadakan dalam rangka memperkenalkan Film NEGERI DONGENG kepada para undangan spesial, sebelum nanti resmi dirilis di seluruh Indonesia. Spesial Screening Film Negeri Dongeng  dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya. Dalam sambutannya, beliau mengatakan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan alam melalui berbagai kegiatan positif yang juga dekat dengan alam oleh generasi muda. “Pemerintah mendukung setiap kegiatan yang mendukung kelestarian alam serta kegiatan menanamkan rasa nasionalisme oleh dan bagi generasi muda,” tutur Siti Nurbaya.

Turut hadir mendampingi, Aktris, Putri Indonesia, Model sekaligus Guest Expeditor dalam film Negeri Dongeng, Nadine Chandrawinata. Nadine berkomentar, film dokumenter ini ingin menyampaikan pesan mendalam bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya serta siapa saja yang menontonnya. Karena sebagai guest expeditor, Nadine merasakan makna ke dalam dan ke luar dirinya sendiri. Proses pendakian ke Puncak Cartenz Pyramid membuat dirinya senantiasa bersyukur akan ciptaan indah yang Maha Kuasa. Dan memberikannya energi baru dan perubahan sikap baru saat kembali ke kota dan menjalani rutinitas sehari-hari. “Sedangkan, makna keluarnya adalah bagaimana kita sebagai generasi muda harus bisa menjaga alam Indonesia sebagai warisan pada generasi berikutnya,” tambahnya.

Film yang berlangsung sekitar 90 menit ini ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil menjunjung bendera Merah Putih berukuran 4×6 meter oleh para penonton di dalam bioskop. Selain itu, turut hadir puluhan awak media, blogger dan komunitas pendukung. Rencananya, Film Negeri Dongeng akan ditayangkan serentak di seluruh Indonesia pada September 2017 mendatang.

NEGERI DONGENG adalah film documentary creative yang diangkat dari kisah nyata tentang perjalanan pendakian ke-7 puncak gunung tertinggi di Indonesia oleh 6 film maker muda Indonesia beserta yang tergabung dalam Aksa7 dan 1 guest expeditor.

Pendakian dibagi menjadi beberapa periode dan berlangsung selama hampir 2 tahun. sendiri berlangsung sejak Pendakian pertama dimulai pada bulan November 2014 menuju Gunung Kerinci, kemudian dilanjutkan pada bulan untuk Gunung Kerinci, Desember 2014 untuk Gunung Semeru, Januari 2015 untuk Gunung Rinjani, Februari 2015 untuk Gunung Bukit Raya, Mei 2015 untuk Gunung Rantemario, November 2015 untuk Gunung Binaiya. Ditutup dengan pendakian ke Gunung Cartenz, Papua, yang termasuk dalam seven summit dunia, pada April 2016.

Pengambilan gambar film merupakan dokumentasi kejadian nyata yang dialami selama kegiatan ekspedisi berlangsung. Sisi menarik yang dapat disaksikan adalah melihat lebih dekat kehidupan masyarakat pegunungan serta proses interaksi personal antar tim ekspedisi demi mencapai ke-7 puncak gunung yang didaki.

Pengambilan gambar film dilakukan sembari mendaki. Ekspeditor Aksa7 adalah Adapun, personil Aksa7 adalah Anggi Frisca (Sutradara), Teguh Rahmadi, Jogie KM Nadeak, Rivan Hanggarai, Wihana Erlangga, Yohanes Patiassina, dan dr. Chandra Sembiring (Produser). Film ini juga menghadirkan 67 public figure sebagai guest expeditor yang turut dalam tiap ekspedisi, diantaranya adalah Nadine Chandrawinata, Medina Kamil dan Matthew Tandioputra yang merupakan pendaki termuda yang telah menyelesaikan 7 puncak gunung tertinggi Indonesia.

NEGERI DONGENG tidak bernaung di bawah Production House besar dalam proses pembuatannya. Pendanaan film ini terbilang menarik karena sifatnya ‘Gotong Royong’. Yang mana Berawal dari inisiatif Sutradara Anggi Frisca yang percaya Film dapat menggerakkan hati banyak orang untuk berbuat sesuatu dan dorongan untuk mendokumentasikan 7 gunung tertinggi di Indonesia, maka , selain mengandalkan pendanaan mandiri, sponsor dan donatur, Aksa7 juga melakukan penjualan merchandise film di sosial media mereka. Selain itu, untuk makin mendekatkan film ini ke masyarakat terutama target penonton, Aksa7 dibantu oleh 32000 pendukung mereka yang terbentuk lewat berbagai kegiatan bootcamps selama proses produksi Filmtersebar di seluruh Indonesia, yang dikenal dengan sebutan Warriors aksa7.

Setelah perjalanan panjang, seluruh tim pun mendapat Negeri Dongeng mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata Indonesian Republik Indonesia.

Harapan film ini Dampak yang diharapkan setelah menyaksikan Negeri Dongeng adalah, penonton bergerak untuk Indonesia dengan caranya masing- masing. Gotong-royong untuk Indonesia yang lebih baik dengan tidak merusak alamnya dan membangun potensi lingkungan dan wisata sebagai tulang punggung negeri ini. “Empati , toleransi , dan gotong royong sepertinya sudah luntur di kehidupan kota. Padahal gotong royong adalah budaya negeri. Semoga film ini dapat membangkitkan lagi semangat gotong royong , membangun empati , dan toleransi terhadap lingkungan sekitar, “ pungkas Anggi Frisca, Sutradara Film NEGERI DONGENG.

Riset Mandiri

AKSA 7 dan Warriors Aksa 7 meriset tentang “Perilaku Menonton Film Orang Indonesia” pada bulan Mei lalu. Cukup mengejutkan, karena riset mencatat lebih dari 90% partisipan memilih genre petualangan sebagai genre pilihan yang disukai. Riset dilakukan secara online yang dilanjutkan dengan FGD (Forum Group Discussion) di Kota Bandung, Jakarta, dan Makassar terhadap seribu audiens.

Diskusi panjang paskca riset pun terjadi mengingat kenyataan yang ada di lapangan bukan film petualangan yang merajai layar. Apakah memang film petualangan benar-benar disukai? Apakah ini bias atau karena dampak naiknya tren adventure dan travelling di kalangan anak muda?

Riset berlanjut hingga mendapati film dengan genre drama, komedi dan cerita adaptasi merupakan genre yang paling laku di 10 tahun terakhir. Sementara, genre petualangan berada di bawah 10% dari semua genre film yang paling laku. Angka di bawah 10% terjadi karena ternyata sangat sedikit film petualangan Indonesia yang ada.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here