Beautifulindonesia.news – Kota Luoyang menjadi salah satu target pasar wisata Indonesia karena potensi penduduk sekaligus sejarah masa lalu yang panjang. Untuk itu sejumlah kegiatan promosi digelar dalam lima hari ke depan di kota tersebut, pada 1 hingga 4 April 2017.

“Salah satu kegiatan akan ada grand opening Restourant Wonderful Indonesia pada salah satu hotel di sana,” kata Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana

Kota yang terletak di Provinsi Henan itu dapat ditempuh dalam 5 jam dari Beijing dengan transportasi kereta cepat (350 km/jam). Polulasi penduduknya sekitar 8 juta dan merupakan ibukota dari 13 kekaisaran dan rumah bagi 168 kaisar-kaisar yang pernah berkuasa pada zamannya.

Kota tersebut juga merupakan tempat dimana kertas pertama kali di dunia diciptakan selain juga termasuk alat-alat pertanian, alat-alat tenun, pemintal kapas, alat musik, serta alat tulis termasuk tinta.

Hubungan antara kota Luoyang dengan Nusantara sudah terjalin jauh sebelum Dinasti Han berkuasa yakni pada 202 SM – 220 M atau, lebih dari 2.000 tahun lamanya.

Oleh karena itulah, Kemenpar menganggap perlunya untuk merajut kembali hubungan persahabatan tersebut melalui misi kebudayaan dan promosi pariwisata.

Terlebih bukti-bukti hubungan persahabatan yang telah terjalin lebih dari 2.000 tahun lamanya tersebut masih bisa dibuktikan dengan legasi warisan yang masih bisa disaksikan sampai saat ini.

Beberapa diantaranya adalah catatan sejarah yang tertera pada Buku Sejarah Dinasti Han tentang kunjungan Raja Dewawarman dari tanah Sunda (Kerajaan Salakanagara) pada tahun 131.

Raja Dewawarman mendapat julukan Bian atau dalam harafiah Tiongkok berarti Cambuk (semacam senjata pamungkas Cambuk Api khas tanah Banten yang dibawa oleh rombongan raja Dewawarman pada saat itu).

Pada saat kunjungan tersebut, Kaisar menghadiahkan stempel kaisar yang diikat dengan pita ungu sebagai lambang ikatan keluarga kekaisaran yang dianugerahkan kepada Raja Dewawarman yang dengan kekuasaan penuh yang bisa mewakili Dinasti Han dimanapun Raja Dewawarman berada.

Salah satu jejak kedatangan Raja Dewawarman di Luoyang yang sampai saat ini masih bisa disaksikan adalah permainan cambuk api yang menjadi ciri khas kota Luoyang yang tidak terdapat di kota-kota lain di Tiongkok.

Permainan cambuk api ini menjadi olah raga yang dimainkan setiap pagi disetiap taman taman kota yang terdapat diseluruh sudut kota Luoyang.

Selain itu penjelasan tentang hubungan antara kota Luoyang dan Nusantara yang sudah ribuan tahun lamanya juga terabadikan di Museum Sejarah He-Lou.

Bahkan Luoyang sendiri telah merencanakan dan mempersiapkan lahan bagi dibangun replika Candi Borobudur di komplek wihara pertama yang didirikan di Tiongkok, Bai Ma Shi (White Horse Temple).

Maket bangunan Candi Borobudur pun sudah diperlihatkan kepada jutaan wisatawan yang mengunjungi kota Luoyang.

Maka pada kesempatan promosi Wonderful Indonesia tahun ini, Kemenpar mendapatkan dukungan penuh dari management Luoyang Poeny City Hotel untuk membuka satu lagi Restoran Wonderful Indonesia di daratan Tiongkok sekaligus untuk mempromosikan objek objek wisata dan budaya Indonesia kepada wisatawan di negeri tirai bambu.

Restoran Wonderful Indonesia berlokasi didalam gedung Hotel di lantai teratas (penthouse) lantai 25 yang merupakan satu-satunya restoran rotary yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Luoyang.

Management Luoyang Poeny City Hotel yang berkategori hotel bintang empat merupakan salah satu badan usaha milik pemerintah Kota Luoyang yang merupakan group usaha milik pemerintah terbesar di kota Luoyang.

Dukungan ini merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk bisa mempromosikan Wonderful Indonesia secara efektif dan berkelanjutan di Ibukota Kuno Luoyang.

Editor : Dede Murdy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here