Budaya

UPACARA SEBA DAN RITUAL KAWALU DALAM ADAT MASYARAKAT BADUY

Upacara Seba ini digelar setelah musim panen dan menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan

Beautifulindonesia.Com – Masyarakat Baduy dalam atau masyarakat baduy luar sebutan lainnya dikenal Urang Kanekes (orang Kanekes) sebagaimana mereka tinggal di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak – Provinsi Banten. Adalah masyarakat yang sampai saat ini masih mengikuti adat-istiadat secara ketat. Sejak berdirinya Kesultanan Banten yang berawal sekitar tahun 1526, ketika Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, secara otomatis memasukkan Kanekes ke dalam wilayah kekuasaannya. Sebagai tanda kepatuhan/pengakuan kepada penguasa, masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan Seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993).

Upacara Seba ini digelar setelah musim panen dan menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan. Perayaan kawalu ini sangat sakral bagi masyarakat Baduy Dalam.

Selama acara Kawalu ini berlangsung, wisatawan luar dilarang memasuki kawasan baduy Dalam yang tersebar di 3 Kampung, kampung Cibeo, Kampung Cikartawana, dan kampung Cikeusik.

Tradisi Kawalu biasanya dirayakan oleh warga baduy dalam, tiga kali selama tiga bulan dengan berpuasa seharian. Kawalu Pertama dimulai pada Februari dan Maret, Kawalu dua serta Kawalu ketiga pada April mendatang.

Selama melaksanakan Kawalu, kondisi kampung baduy dalam sepi karena mereka biasanya meninggalkan aktivitas kegiatan diladang dan lebih memilih tinggal dirumah-rumah.

Masyarakat Baduy Dalam dengan ciri khas berpakaian putih-putih dengan lomar ikat kepala putih, Ritual kawalu ini dilaksanakan oleh warga baduy dalam dengan cara berpuasa selama tiga bulan serta melakukan do’a meminta keselamatan bangsa dan negara yang aman, damai dan sejahtera. Selama wisatawan kawalu ini berjalan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close